ATAMBUA, BELUNEWS. com —Masyarakat adat di Pulau Timor khususnya suku Dawan, Mollo, dan kelompok masyarakat lainnya yang memandang alam bukan sekadar sumber daya, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hubungan manusia dengan alam dijalin berdasarkan rasa hormat, keterkaitan, dan keseimbangan yang dijaga turun-temurun.
Tanah: Ibu yang Memberi Kehidupan
Bagi masyarakat Timor, tanah bukanlah benda yang bisa dimiliki sembarangan. Tanah dipandang sebagai Ibu Pertiwi yang melahirkan dan memelihara. Tanah adalah tempat leluhur dimakamkan, tempat kehidupan bermula dan berakhir. Oleh karena itu, tanah harus dijaga dan dihormati, tidak boleh dirusak atau dieksploitasi secara berlebihan.
“Manusia datang dan pergi, tetapi tanah tetap ada.”
Tanah juga menjadi identitas di mana tanah leluhur berada, di sanalah akar seseorang berada.
Batu: Kekuatan, Keteguhan, dan Kesakralan
