Kuliner Khas NTT
Berbeda dengan Jagung Bose yang bertekstur lembut, Jagung Titi menawarkan sensasi kerupuk yang renyah dan gurih. Hidangan ini merupakan camilan khas dari Pulau Flores, khususnya dari daerah Maumere. Proses pembuatannya cukup unik dan tradisional, yaitu biji jagung pipil yang sudah disangrai kemudian dipipihkan atau dititi (dipukul-pukul) menggunakan batu atau alat khusus hingga berbentuk seperti keripik tipis dan lebar.
Setelah dipipihkan, jagung ini kembali disangrai atau dijemur hingga benar-benar kering dan renyah. Jagung Titi memiliki cita rasa gurih alami dari jagung, dengan aroma sangrai yang khas. Teksturnya yang renyah membuatnya sangat cocok dinikmati sebagai camilan di waktu santai, ditemani secangkir kopi atau teh hangat. Beberapa varian juga menambahkan sedikit garam untuk rasa yang lebih kuat, menjadikannya oleh-oleh favorit para wisatawan.
Sei Babi
Jika Anda mencari ikon kuliner NTT yang paling terkenal dan wajib dicoba, maka Sei Babi adalah jawabannya. Sei sendiri berarti daging asap dalam bahasa Rote. Meskipun Sei bisa dibuat dari daging sapi (Sei Sapi), namun Sei Babi adalah varian yang paling populer dan menjadi daya tarik utama bagi pecinta kuliner non-halal. Daging babi pilihan diasapi menggunakan kayu bakar khusus, seperti pohon Kosambi, yang memberikan aroma dan rasa yang sangat khas pada daging.
Proses pengasapan yang lambat dan sempurna membuat daging menjadi sangat empuk namun tetap juicy, dengan cita rasa smoky yang mendalam. Sei Babi biasanya disajikan dalam irisan tipis bersama dengan sambal lu’at, sambal khas NTT yang pedas dan segar, serta daun singkong atau labu siam rebus. Perpaduan antara daging sei yang kaya rasa, pedasnya sambal lu’at, dan segarnya sayuran menciptakan harmoni rasa yang tak terlupakan di lidah.
