Atambua, BeluNews.com – Kebijakan Bupati Belu dalam menunjuk sejumlah staf khusus menuai pertanyaan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Lejap Yuliyant Angelomestius, S. Fil, yang mempertanyakan manfaat dan efisiensi penunjukan tersebut terhadap birokrasi pemerintahan daerah. Menurutnya, penambahan staf khusus perlu dikaji ulang mengingat potensi tumpang tindih tugas dan pembengkakan anggaran.
“Kita perlu melihat kembali urgensi penunjukan staf khusus ini,” ujar pria yang akrab Jello Lejap saat dihubungi BeluNews.com, Selasa (5/8/2025). Aktivis dan akademisi muda itu menyoroti pentingnya transparansi dalam proses seleksi dan penunjukan staf khusus tersebut. “Apakah proses seleksinya terbuka dan kompetitif, atau ada pertimbangan lain di luar kompetensi dan kapabilitas?” tanyanya.
Jello Lejap juga mempertanyakan apakah tugas-tugas yang diemban staf khusus tersebut sudah tidak dapat ditangani oleh birokrasi yang sudah ada. “Jangan sampai penunjukan ini justru menciptakan tumpang tindih dan inefisiensi,” tegasnya.
Kekhawatiran akan pembengkakan anggaran juga menjadi sorotan Lejap. Ia meminta agar anggaran yang dialokasikan untuk staf khusus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Belu. “Anggaran daerah harus digunakan secara efektif dan efisien, bukan untuk hal-hal yang tidak perlu,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar Pemerintah Daerah Belu lebih fokus pada peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) yang sudah ada. Pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN dinilai lebih efektif dan efisien daripada menambah jumlah staf khusus. “Penguatan kapasitas ASN akan lebih berdampak jangka panjang,” jelasnya.

1 thought on “Bupati Belu Tunjuk Staf Khusus, Jello Lejap Pertanyakan Manfaat dan Efisiensi Birokrasi”