BELUNEWS.com — Menyapa warga Dusun Kota Sukaer, Desa Leuntolu, pada Rabu (12/08/2026), Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Belu, GD Manek, mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat. Melalui dialog dalam reses tersebut, warga menitipkan dua harapan utama, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan pemerataan aliran listrik.
Selama ini, akses listrik di dusun tersebut masih sangat memprihatinkan. Leonardus Siku, salah satu warga setempat, memberkan bahwa ada 16 kepala keluarga (KK) yang terpaksa berbagi satu meteran listrik secara bersama-sama. Akibatnya, daya listrik sering tidak stabil dan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka.
“Kami enam belas KK masih numpang satu meteran yang sama. Kami sangat berharap ada perhatian untuk masalah listrik ini, apalagi tiang listrik juga belum masuk ke wilayah kami,” keluh Leonardus.
Menanganggapi curhatan warganya, GD Manek berjanji mengawali isu krusial ini hingga tuntas. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf karena masalah listrik ini masih menjadi pekerjaan rumah sejak masa kampanye dulu.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini memang sudah menjadi catatan janji saya sejak dulu dan usulannya sudah masuk. Mohon Bapak dan Ibu bersabar sedikit lagi agar semuanya terjadwal dengan baik,” ujar GD Manek penuh kehangatan.
Selain masalah penerangan, sektor pertanian juga mendominasi dialog hari itu. Mengingat sebagian besar penduduk Desa Leuntolu menggantungkan kehidupan sebagai petani di wilayah yang cukup luas, ketersediaan alat pendukung kerja menjadi hal yang sangat vital.
Yosep Rusu, seorang petani dari Dusun Kota Sukaer, menyuarakan keresahan warga terkait kondisi hand traktor yang sudah uzur. Traktor bantuan pemerintah tahun 2004 itu kini sering rusak dan rusak parah, sehingga sangat menghambat aktivitas cocok tanam warga.
“Traktor bantuan dulu sudah sangat tua, usianya dari tahun 2004. Sekarang kerusakannya di mana-mana, jadi sangat mengganggu produktivitas kami sebagai petani,” ungkap Yosep dengan nada penuh harap agar pemerintah segera memberikan penggantinya.
Menyanggapi keluhan tersebut, GD Manek berkomitmen untuk membantu warga melalui kelompok tani dan penyuluh pertanian dalam menyusun proposal kepada dinas terkait. Ia berjanji akan mengawal langsung proposal tersebut hingga terealisasi.
“Bapak dan Ibu sekalian, segera susun proposalnya. Jika sudah ada, saya sendiri yang akan mengawalnya hingga tuntas dan terjawab,” tegas GD Manek.
