Ia juga menyoroti memburuknya kondisi fisik gedung, di mana kanopi sudah miring dan nyaris runtuh. Foto kerusakan telah dikirimkan kepada kontraktor, Kim Arena yang berdomisili di Kimbana, namun hingga kini belum ada tanggapan maupun perbaikan.
Hingga saat ini, belum ada komunikasi resmi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Pengurus masih berpedoman pada petunjuk teknis dari Dinas Koperasi Kabupaten Belu dan menunggu realisasi anggaran dari pusat. “Kami hanya bisa menunggu. Mekanisme dari pusat belum kami ketahui,” tutup Robinso.
