Salah satu sopir, Okto Arak yang merupakan salah satu korban pengejaran mengatakan bahwa pengejaran berlangsung sangat cepat dan berbahaya.
“Saya sempat panik dan ketakutan. Karena mobil saya dipukul-pukul lalu kejar. Mereka ada sekitar empat orang kejar saya dari Takari sampai di Tanah Merah baru dapat saya, mereka pake mobil inova warna putih dengan pelat nomor DH 5153.
Mereka tahan dan saya lihat mereka pegang pistol. Lalu mereka robek baju saya dan mau sita HP, makanya kami baku rampas tapi saya tidak kasih akhirnya mereka suruh saya aktifkan mode pesawat. Mereka juga tidak izinkan saya untuk turun dari mobil lalu mereka interogasi saya, suruh saya mengaku semua apa apa yang saya lakukan,” ungkap Okto.
Selain itu korban kedua, Ernes mengatakan dirinya sempat dikejar di Camplong, namun karena hujan dan ramai akhirnya tidak lanjut dikejar.
“Namun saat itu saya dapat info bahwa om Arak sudah kena kejar lagi, saya juga mau lari akhirnya saya terbalik dan saat ini mobil rusak parah dan saya dada yang sakit sekali,” ujarnya.
Ernes mengaku sedih dan kecewa sebab mengapa semua harus terjadi seperti ini. Mengapa harus dikejar seperti ini.
Selain itu, sejumlah sopir travel mengatakan bahwa perbuatan oknum-oknum itu bukan saja baru terjadi pada Ernes dan Arak tetapi juga sopir lainnya.
Ditanya apakah sudah lapor polisi, kedua sopir mengaku trauma dan tidak nyaman sehingga belum melapor ke polisi terkait kejadian itu.
Meski demikian, menurut keduanya, pengejaran dengan kecepatan tinggi dapat membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Seharusnya aparat melakukan pengejaran dengan cara yang lebih aman dan profesional.
Mereka meminta kasus ini harus diusut tuntas untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan mengungkap apakah ada pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh aparat. Jika terbukti bersalah, aparat yang terlibat harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau instansi terkait mengenai dugaan pengejaran tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan termasuk dengan sejumlah oknum yang dikenal oleh sopir.
