Kepala Lapas Atambua menegaskan, jeruji besi bukan penghalang untuk menambah wawasan. “Pendidikan hak semua warga negara, termasuk warga binaan. Kami ingin mereka bisa membaca, mengenal huruf dan angka. Kalau keahlian bertani sudah bagus tapi tidak paham hitungan, mereka mudah ditipu saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama ini mendapat tanggapan positif dari pihak pengajar. Maria Kapitan mengaku terkejut melihat semangat belajar para peserta. “Awalnya saya kira sulit memusatkan perhatian mereka, tapi ternyata antusiasmenya luar biasa. Kami siap mendampingi sampai benar‑benar melek huruf,” katanya.
