Manfaat program ini sudah dirasakan langsung. Agapito Manek, salah satu peserta, mengaku dulu sering merasa rendah diri karena tidak bisa membaca. “Sekarang saya sudah mulai bisa mengeja huruf. Harapannya nanti kalau sudah bebas, saya tidak mudah dibohongi soal uang atau surat‑suratan,” ucapnya penuh syukur.
Lewat langkah ini, Lapas Atambua membuktikan pembinaan bukan hanya soal perilaku, tapi juga kecerdasan. Program ini diharapkan terus berjalan agar warga binaan tumbuh menjadi pribadi mandiri dan siap berkontribusi positif di masyarakat.
