ATAMBUA, BELUNEWS.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tujuh titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Belu memicu sorotan luas dari masyarakat. Warga mempertanyakan pengawasan Pemerintah Daerah dan Kepolisian, di tengah maraknya penyelundupan BBM ke Timor Leste.
Kekhawatiran itu muncul bersamaan dengan kinerja Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–RDTL yang baru saja berganti sekitar 10 hari lalu. Dalam waktu singkat, Satgas Yonarhanud 14/PWY berhasil menggagalkan penyelundupan hampir 2 ton BBM dari tiga titik lintasan: Mota Ain, Turiscain, dan Mota Masin.
Kepala Satgas (Dansatgas) RI–RDTL, Letkol Arh Rudi Afrika, S.Sos., menjelaskan pola yang terus berulang. Tadi malam di Turiscain, pelaku sudah menyiapkan perahu di tepi sungai untuk menyeberangkan muatan. Begitu melihat patroli, mereka meninggalkan BBM dan menghilang ke kegelapan. Anggota sempat mengejar hingga ke tepi sungai, namun pelaku berhasil meloloskan diri.
“Pola yang dipakai pelaku: barang diletakkan tersembunyi di pinggir perbatasan, lalu dipantau dari kejauhan. Jika situasi aman, dipindahkan; jika ada petugas, mereka kabur meninggalkan semuanya,” jelas Letkol Rudi.
