Ada sedikit perbedaan keterangan soal waktu kejadian. Kepolisian Malaysia menyebut kasus ini terjadi pada bulan Juli. Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diterima KBRI dari korban, peristiwa kekerasan itu terjadi pada bulan Desember.
Kondisi korban sangat memprihatinkan. Dalam rekaman lain yang diambil saat korban dirawat di rumah sakit, ia menceritakan penderitaannya. Korban mengaku satu matanya sudah tidak bisa melihat sama sekali, tubuhnya ditusuk sebanyak 17 kali, dan alat kelaminnya dimasukkan cabai.
Sampai saat ini, Kepolisian Malaysia masih terus menyelidiki kasus ini. Polisi juga masih mencari tahu apa motif di balik tindakan kejam tersebut.
