Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Silvia Celeste do Amaral, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Lapas. Meski baru menggarap lahan seluas 2 hektare, hasil panen terlihat cukup padat dan menjanjikan.
“Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Meskipun baru 2 hektare, hasilnya terlihat bagus. Ke depannya kami siap terus mendampingi, tidak hanya untuk padi tapi juga bisa dikembangkan untuk tanaman lain seperti jagung,” ujar Silvia.
Ia menambahkan, dukungan berupa bibit, pupuk, maupun sarana produksi lainnya memungkinkan untuk diberikan melalui anggaran APBD maupun APBN. Namun hal tersebut memerlukan pengajuan proposal terlebih dahulu dari pihak Lapas.
“Kami siap membantu jika ada pengajuan. Baik melalui dana daerah maupun pusat, selama ada proposal yang jelas bisa kami fasilitasi. Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan agar mandiri saat kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
