Angka tinggi ini menunjukkan kepercayaan besar masyarakat terhadap program ini. BPJS Kesehatan juga terus mempermudah akses lewat inovasi digital, seperti aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA WhatsApp di 08118165165, serta Care Center 165. Tak hanya itu, tersedia pula 23.770 puskesmas/klinik pertama, 3.194 rumah sakit rujukan, dan 6.190 fasilitas penunjang di seluruh Indonesia.
Secara keuangan, pengelolaan Dana Jaminan Sosial Kesehatan berjalan sehat dan transparan. Hingga akhir tahun lalu, aset bersihnya mencapai Rp30,04 triliun – cukup untuk menutup klaim selama 1,88 bulan sesuai aturan. Hasil investasi pun tercatat Rp3,94 triliun, menunjukkan pengelolaan yang hati-hati demi keberlanjutan program.
Tata kelola BPJS Kesehatan juga terus diperkuat. Tahun 2025 ini menjadi kali ke-12 berturut-turut meraih opini “Wajar Tanpa Modifikasi” dari akuntan publik. Berbagai penilaian lain pun bagus, seperti skor tata kelola 97,67, skor integritas dari KPK 80,48, serta skor prestasi organisasi yang tinggi.
Manfaat JKN ternyata tak cuma soal kesehatan. Kajian LPEM FEB UI menyebut program ini mendorong kenaikan PDB hingga Rp129 triliun dan menciptakan 3,5 juta lapangan kerja. JKN juga menyelamatkan 8,1 juta orang dari kemiskinan, serta setiap kenaikan 1 persen peserta bisa menaikkan pengeluaran warga hingga 2,71 persen.
