Makna Dibalik Kedipan Mata, Mitos atau Fakta: Refleksi Barthesian atas Jaringan Makna yang Tak Terucapkan
Interaksi Sosial: Melalui interaksi dengan orang lain, informasi dan interpretasi tentang peristiwa disebarkan. Seseorang mungkin menghubungkan peristiwa tertentu karena banyak orang lain juga melakukannya, sebagai bentuk sugesti atau imitasi.
Penyederhanaan Informasi: Dalam dunia yang kompleks, menghubungkan peristiwa dapat menjadi cara untuk menyederhanakan informasi yang masuk, sehingga lebih mudah diproses dan diingat.
Mitos atau Fakta: Refleksi Barthesian atas Jaringan Makna yang Tak Terucapkan
Fenomena sosial di mana orang suka menghubungkan satu fenomena dengan fenomena lainnya adalah contoh yang sangat menarik dan relevan untuk dijelaskan menggunakan konsep “Mitos” dari Roland Barthes.
Roland Barthes, dalam karyanya Mythologies , mengungkap bagaimana masyarakat menciptakan “mitos” dari tanda-tanda yang ada di sekitar mereka. Baginya, mitos bukanlah dongeng atau cerita rakyat belaka, melainkan sebuah sistem semiologis tingkat kedua, sebuah cara di mana ideologi tertentu disuntikkan ke dalam makna yang sudah ada, mengubahnya menjadi sesuatu yang tampak “alami” dan “wajar.” Mitos bekerja dengan mengambil sebuah tanda (yang terdiri dari penanda=penanda dan petanda=petanda) dan menjadikannya penanda baru bagi petanda yang lebih abstrak dan ideologis.
Mari kita bedah fenomena kedutan mata ini melalui kacamata Barthes.
Orde Semiotik Kedua: Lahirnya Mitos
Masyarakat dan budaya lokal sering mengubah tanda-tanda fisiologis ini menjadi mitos. Kepercayaan budaya lokal mengambil tanda “kedutan mata” dan menjadikannya penanda baru untuk petanda yang bersifat ideologis dan takhayul.
