“Saya menyampaikan terima kasih kepada Forkopimcam, Satgas Pamtas, para sponsor, relawan, panitia, seluruh pihak pendukung, serta antusiasme tinggi dari para peserta Piebulak Border Run 8,1K yang datang dari berbagai daerah dengan penuh suka cita. Seperti yang disampaikan oleh Pak Dansatgas, kita punya 5 pesona yang memang harus dikenalkan kepada semua masyarakat, yakni sabuk merah perbatasan, Bukit Holzap, Sentra Kopi Henes Lakmaras, Gereja Tua Nualain, dan Kampung Adat Nualain,” tuturnya
Melalui momentum pembentangan bendera dan lomba lari ini, pihak panitia menargetkan jangkauan promosi yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kami ini event pertama jumlahnya 334 peserta, kedepan kita berharap bisa tembus di 500 bahkan sampai 1000 peserta sehingga lima pesona yang kita gaungkan, kita gemakan itu bisa tersampaikan bahkan sampai ke level nasional dan bisa dikenal secara luas lima pesona di Kecamatan Selatan,” pungkas Denny.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Ketua KPPN Atambua, Staf Ahli Bupati Belu, Kepala RRI Atambua, Kepala PLBN Motaain, serta perwakilan dari Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi.
