“Saya menyadari bahwa tantangan dalam mengelola BUMN sebesar Agrinas ini sangat kompleks. Saya merasa lebih baik mengundurkan diri daripada terus berada dalam posisi yang tidak dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan,” jelasnya.
Dengan pengunduran diri Joao Angelo, posisi Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) saat ini kosong. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk menunjuk penggantinya, guna memastikan operasional perusahaan tetap berjalan lancar dan program-program yang telah direncanakan dapat terealisasi sesuai target.
Kepergian Joao Angelo dari Agrinas Pangan Nusantara menjadi catatan penting dalam dinamika pengelolaan BUMN di Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pengalaman dan latar belakang yang kuat tidak selalu menjadi jaminan keberhasilan dalam memimpin sebuah perusahaan, terutama dalam sektor yang kompleks seperti pangan.
