Selaku perawat, Yakoba lobang mengungkapkan bahwa kehadiran program rutin mingguan ini sangat membantu memetakan kondisi kesehatan riil para warga binaan secara berkala. “Kami berupaya mendampingi dan memfasilitasi setiap warga binaan yang membutuhkan pertolongan medis setiap minggunya. Bersyukur hari ini 27 orang dapat terlayani dengan baik. Namun, kami juga tidak menampik adanya hambatan operasional, di mana saat ini stok obat-obatan tertentu di klinik kami sedang kosong atau tidak ada. Kami berharap pemenuhan logistik obat ini bisa segera disupport kembali oleh dinas terkait agar pelayanan pengobatan di hari Sabtu berikutnya berjalan makin maksimal,” ungkap Yakoba penuh harap.
Meskipun menghadapi kendala keterbatasan stok obat, secara umum kondisi kesehatan warga binaan di Lapas Atambua saat ini dilaporkan tetap berada dalam situasi yang kondusif, aman, dan terkendali.
Salah seorang warga binaan yang menerima manfaat layanan kesehatan, Niko Berek, turut menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi pelayanan yang diberikan pihak Lapas dan Puskesmas.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin setiap hari Sabtu ini. Ketika badan mulai merasa kurang sehat, kami bisa langsung diperiksa, diberi obat, dan diingatkan lagi cara menjaga kebersihan kamar agar tidak gampang tertular penyakit,” tuturnya.
