Selanjutnya, dan peristiwa atau momen hari ini menyadarkan kembali kepada kita betapa besar dan agungnya satu karya Tuhan yang begitu luar biasa bagi kehidupan kita manusia.
Selain itu, turut hadir dalam jalan salib itu,Romo Yohanes Lae, Pr selaku pastor rekan Paroki Tukuneno menyampaikan bahwa peringatan jalan salib pada Jumat Agung sebagai sebuah momentum bagi umat Katolik untuk mengenang dan menghayati pengorbanan Yesus Kristus juga sebagai ruang refleksi bagi warga binaan.
Menurut Romo Yohanes, adegan jalan salib yang diperagakan warga binaan menggambarkan penderitaan Yesus mulai dari penangkapan hingga wafat di kayu salib.
“Ini menjadi ruang refleksi yang sangat baik. Kita diajak merenungkan betapa besar penderitaan Tuhan saat memanggul salib hingga wafat di kayu salib,” ujarnya.
