Sebagai Komandan Satuan Tugas, Letkol Inf Ronaldo Constantine dipercaya memimpin 450 personel Yonif 744/SYB dalam misi pengamanan perbatasan tersebut. Dalam arahannya, Pangdam IX/Udayana menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan moral bagi seluruh prajurit, karena penugasan di wilayah perbatasan tidak hanya menuntut profesionalisme dalam aspek militer, tetapi juga kemampuan berinteraksi dengan masyarakat setempat secara bijaksana dan humanis.
Mayjen TNI Piek Budiyakto menekankan bahwa prajurit yang akan bertugas di perbatasan merupakan representasi negara dan wajah TNI di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap tindakan dan sikap prajurit harus mencerminkan nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Pangdam mengingatkan bahwa menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan bukan hanya soal pertahanan fisik, tetapi juga tentang penguatan diplomasi sosial di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana juga meninjau langsung Pos Komando Taktis (Kotis) serta memberikan pengarahan kepada para perwira. Mayjen TNI Piek Budiyakto menyampaikan sejumlah evaluasi dan penekanan agar setiap kegiatan latihan dilaksanakan secara realistis dan disesuaikan dengan karakteristik medan operasi yang akan dihadapi di wilayah Papua.
