SPORT, BELUNEWS.com — Usia 17 tahun, Veda Ega Pratama menandai babak baru dalam sejarah balap motor Indonesia. Anak tunggal mantan juara nasional Sudarmono, yang berasal dari Wonosari, Gunungkidul, kini menapaki lintasan dunia sebagai pembalap Moto3 bersama Honda Team Asia. Prestasinya yang meliputi gelar juara Asia Talent Cup (iATC) 2023, kemenangan di Red Bull Rookies Cup (RBRC) Mugello 2025, serta dukungan resmi dari Red Bull sejak awal 2026, menjadikan Veda sosok yang dijuluki “Mark Marquez kecil” dan harapan utama pembalap muda Tanah Air.
Biodata Singkat

Jejak Karier: Dari Motocross ke Panggung Dunia
Awal mula – Veda pertama kali melaju di arena motocross pada usia enam tahun, mengasah keberanian dan kontrol motor di medan berpasir. Pada 2019, ia berhasil menjuarai kelas pemula nasional, menandai bakatnya yang patut diwaspadai.
Transisi ke road race – Pada 2021, setelah dipilih masuk Astra Honda Racing School, Veda beralih ke balap sirkuit. Pengalaman di sekolah balap tersebut membukakan pintu bagi kesempatan berkompetisi di kancah Asia.
Asia Talent Cup (iATC) – Pada 2022, Veda mencetak podium pertama di iATC, menandai langkah konsisten di level regional. Setahun kemudian, ia menulis sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai iATC 2023 secara keseluruhan, mengalahkan pesaing dari Jepang, Thailand, dan Korea dengan total poin yang mengesankan.
Red Bull Rookies Cup – Tahun 2025 menjadi puncak prestasi internasionalnya ketika ia menaklukkan sirkuit Mugello, Italia. Kemenangan di RBRC tidak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga mengukuhkan reputasinya di mata tim‑tim Eropa yang tengah mencari talenta muda.
Dukungan Red Bull – Pada Januari 2026, Veda resmi menjadi pembalap Indonesia pertama yang memperoleh sponsor dari Red Bull, sebuah pengakuan atas potensi pemasaran dan performa balapnya. “Red Bull melihat apa yang kami lihat: semangat, keberanian, dan kemampuan teknis yang luar biasa,” ujar manajer sponsor di konferensi pers di Jakarta.
Debut Moto3 – Pada 15 Maret 2026, Veda meluncurkan debutnya di kejuaraan dunia Moto3 bersama Honda Team Asia pada Grand Prix Qatar. Meskipun belum mencetak poin pada balapan pertama, penampilan agresifnya, termasuk aksi penyelamatan pada tikungan 9 yang berhasil menghindari tabrakan, menegaskan julukan “Mark Marquez kecil” yang melekat padanya.
