“Target setiap keluarga memiliki minimal seluruh 2 hektar. Kenapa harus 2 hektar? Karena melalui survei untuk hidup sejahtera petani harus mempunyai lahan minimal 2 hektar, yang dimanfaatkan untuk budidaya semua jenis tanaman seperti yang kita ketahui bersama dengan kondisi curah hujan yang rendah dan keterbatasan air baku di wilayah kita,” tambah Willybrodus.
Willybrodus optimistis bahwa dengan menemukan dan mengelola keunggulan komparatif secara tepat, upaya ini tidak hanya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga petani, tetapi juga secara signifikan dapat menghambat migrasi tenaga kerja asal Belu yang selama ini terpaksa merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
