Ia mengapresiasi langkah cepat masyarakat dan pihak gereja yang telah lebih dahulu mengambil inisiatif membantu perbaikan sementara.
“Tadi Pater juga menyampaikan bahwa bersama umat mereka sudah bergerak melakukan penanganan darurat. Ini sangat luar biasa dan kami sangat berterima kasih atas inisiatif tersebut,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, menegaskan bahwa DPRD sebagai mitra pemerintah akan mendorong percepatan penanganan kerusakan jalan tersebut.
Ia mengatakan telah meminta Plt. Kepala Dinas PUPR untuk segera mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat.
“Sebagai mitra pemerintah, tadi saya sudah menyampaikan kepada Plt Kadis PUPR agar segera mengatasi masalah ini paling lambat besok,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa penanganan kerusakan tersebut tidaklah mudah karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun demikian, langkah darurat harus segera dilakukan sebelum penanganan permanen dilakukan melalui perencanaan anggaran.
“Sejujurnya penanganan ini cukup berat, tetapi akan dilakukan penanganan darurat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penanganan permanen. Kami di DPRD juga akan berdiskusi terkait penganggarannya dan memperjuangkan usulan dari dinas teknis agar bisa ditangani secepatnya,” pungkasnya.
