ATAMBUA, BELUMEWS.COM — Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad menerima sosialisasi dalam rangka Operasi Gaktib Polisi Militer “Waspada Wira Tombak” TA 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh satuan Subdenpom IX/1-3 Atambua, bertempat di Mako Satgas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Peserta dalam kegiatan tersebut sekitar 350 personel Satgas, sebagai upaya meningkatkan disiplin, kesadaran hukum, serta keselamatan berlalu lintas prajurit selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan RI–RDTL. Rabu (28/01/2026).
Dalam sambutannya, Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Letkol Arm dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dansubdenpom IX/1-3 Atambua beserta tim yang telah melaksanakan sosialisasi kepada seluruh anggota Satgas.
“Penting melakukan pengecekan kendaraan secara berkala, memastikan kondisi kendaraan selalu prima, serta kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan personel dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan” jelas Letkol Arm dr. Erlan.
Sementara itu, Dansubdenpom IX/1-3 Atambua Kapten Cpm Muh. Tanwirulkulub menjelaskan bahwa Operasi Gaktib TA 2026 dilaksanakan sepanjang tahun sebagai bentuk pengawasan dan penegakan hukum disiplin militer.
“Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun, sebagai sosialisasi mengenai safety riding dan safety driving, faktor penyebab serta pencegahan kecelakaan lalu lintas, batas kecepatan berkendara, kelengkapan administrasi kendaraan, ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hingga pemahaman tentang Hukum Disiplin Militer,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan pengecekan langsung kondisi fisik dan kelengkapan administrasi kendaraan bermotor milik Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad di lingkungan Mako Satgas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan, keselamatan, dan profesionalisme prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perbatasan RI–RDTL.
