Kefamenanu, Belunews. Com – Gedung bale Biinmafo, Kefamenanu menjadi saksi bisu bagi Kornelis Bere ketika resmi menyandang gelar sarjana pada 29 Oktober 2025.
Kornelis Bere, anak bungsu dari tujuh bersaudara, putra pasangan Lambertus Berek Bauk dan Petronela Naben yang berasal dari keluarga sederhana
Ia berdiri tak terlalu tinggi, hanya 155 sentimeter. Di balik kacamata tebal minus 5,5 dan 6 itu, matanya memantulkan cahaya semangat yang tak mudah padam.
Sosok yang sederhana ini membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah sebuah penghalang untuk meraih masa depan yang cerah jika ada niat dan usaha.
Pada Rabu, 29 Oktober 2025, langkah Kornelis mantap memasuki Gedung Bale Biinmaffo, Kefamenanu. Hari itu, ia resmi menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Timor. Tapi di balik toga hitam yang dikenakannya, tersimpan kisah getir perjuangan panjang yang tak akan mudah dilupakan.
“Saya terlahir dari latar belakang orang tua yang susah, maka rasa gengsi telah saya kuburkan, sehingga dapat mengantarkan saya di momentum yang berbahagia ini,”
ujar Kornelis lirih, menahan haru yang nyaris pecah di bibirnya.
*Dari Lapak Ikan ke Bangku Kuliah*
