KUPANG, BELUNEWS.COM — Menteri Pertahanan (MENHAN) RI Sjafrie Sjamsoeddin yang turut hadir dalam acara Pengukuhan Organisasi UNI TIMOR ASWA’IN (UNTAS) pada Kamis 22 Januari 2026 di Hotel Harper Kupang setelah kunjungan ke Atambua.
Menhan dalam sambutannya mengatakan bahwa Universitas Pertahanan yang dibangun di Kabupaten Belu merupakan langkah untuk mensejahterakan masyarakat perbatasan, salah satunya adalah warga Eks Pejuang Timor – Timur yang banyak mendiami beberapa kabupaten di pulau Timor.
“Anak – anak Bapak – bapak, Ibu – ibu sekalian yang ikut serta di Universitas Pertahanan, saya sudah titip pesan sama mereka, saya bilang ke kalian jangan bikin malu, harus disiplin dan kalian harus bikin prestasi. Universitas Pertahanan itu sebetulnya diadakan oleh Pak Prabowo waktu menjadi Menteri Pertahanan, Itu karena bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian.
Keluarga – keluarga itu adalah potensi bangsa, itulah sebabnya ditugaskan yang hadir kebetulan disini Wakil Panglima TNI untuk mencari lahan. Tiba-tiba kebetulan bertemu dengan Pak Bupati Willy kita bersyukur dapat lahan 144 hektar gratis,” ungkap Sjamsoeddin.
Lanjutnya “Saya punya tugas sekarang untuk membentuk 150 Batalion infantry. Tahun ini, 150 Batalion infanteri. tahun depan 150 batalion tahun berikutnya, jadi 5 tahun nanti ada 5×150 Batalion 750 Batalion akan ada di seluruh Indonesia dan saya kepingin ada putra-putri asal Timor-Timur yang jadi prajurit TNI,” harap Menhan dalam sambutannya.
Tidak hanya itu Sjamsoeddin berharap agar anak – anak Eks Pejuang Timor – Timur bisa masuk UNHAN melalui jalur beasiswA dan menjadi Prajurit TNI setelah tamat.
“Universitas Pertahanan itu adalah salah satu universitas yang terbuka yang kita bikin di Belu Fakultas Vokasi untuk Logistik di Miter Jadi, mereka kita harapkan menjadi Prajurit TNI setelah lulus. Itu biasiswa. Yang penting disiplin, semangat, mau melaksanakan apa yang menjadi arahan dari pelatih, dosen agar supaya berhasil,” harapnya.
Sjamsoeddin juga mengungkapkan rasa bangga dan rasa harunya terhadap Organisasi Eks Pejuang Timor – Timur yang hari ini dipimpin oleh generasi muda meski masih ada senior, dan sesepuh.
“kalau saya ketemu dengan Untas itu saya selalu emosional. Rasio dan rasa rasio yang ada adalah rasa emosinya karena kita sama-sama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia. Minta maaf pak konsul yang ada, ini saya bukan membalik sejarah tapi saya hanya ingin mengungkapkan rasa saya kepada teman-teman seperjuangan saya,. Jadi kita bersyukur bahwa untas sekarang dipegang oleh generasi muda. Kenapa? Generasi muda adalah penerus kita untuk masa depan, kita terus memberi kesempatan generasi muda asal Timor-Timur untuk bisa tampil di depan dalam membangun bangsa Indonesia, apakah dia sivil, apakah dia militer sama,” pungkasnya.
