JAKARTA, BELUNEWS.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Setelah berjalan lebih dari satu dekade, program ini tak hanya memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, tapi juga menjaga keberlanjutan lewat tata kelola rapi, keuangan sehat, dan layanan yang makin mudah dijangka.
Berbagai capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dalam acara Paparan Publik Laporan Pengelolaan dan Keuangan Tahun 2025, Kamis (2/7). Kegiatan ini merupakan wujud pertanggungjawaban sekaligus keterbukaan BPJS Kesehatan kepada masyarakat atas pengelolaan program sepanjang tahun lalu.
“JKN bukan sekadar jaminan biaya berobat, tapi fondasi SDM unggul. Kalau masyarakat bisa berobat tanpa takut biaya mahal, mereka bisa berkarya lebih baik dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Pujo.
Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN tercatat mencapai 282,7 juta jiwa atau setara 98,62 persen total penduduk Indonesia. Sepanjang tahun lalu, layanan kesehatan dimanfaatkan lebih dari 725,3 juta kali – rata-rata lebih dari 1,9 juta kali setiap harinya.
