Lejap Yuliyant Angelomestius, S. Fil (Kanan)dan Gabriel de Sola (Kiri)
“Ketidaktahuan” Bupati memicu spekulasi: apakah ada pembiaran masalah seleksi PPPK? Ataukah upaya penghalangan informasi? Pertanyaan ini menuntut penyelidikan transparan dan menyeluruh. Misteri ini mengindikasikan kelemahan sistem pelaporan dan pengawasan, ditambah kurangnya transparansi dan akuntabilitas, menciptakan celah bagi penyimpangan (Yukl, 2010).
Polemik seleksi PPPK bukanlah masalah administrasi semata; ini cerminan kegagalan sistemik pemerintahan. Ketidaktahuan Bupati adalah simbol lemahnya transparansi dan akuntabilitas, mengikis kepercayaan publik dan menghambat pembangunan. Pemerintah Kabupaten Belu harus melakukan evaluasi menyeluruh dan transparan, memperbaiki sistem pelaporan dan pengawasan, dan meningkatkan kapasitas pejabat.
Kepercayaan publik harus dipulihkan melalui tindakan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kasus ini harus menjadi momentum reformasi birokrasi yang mendalam, menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik meliputi tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas (Northouse, 2019). Peran lembaga legislatif dan media massa dalam mengawasi pemerintahan sangat penting.
Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Kepemimpinan yang berlandaskan nilai dan etika sangat dibutuhkan untuk menciptakan sistem pemerintahan yang adil dan berkeadilan (Northouse, 2019).
Misteri “ketidaktahuan” Bupati menuntut jawaban, dan nasib ratusan calon PPPK menuntut keadilan. Harapannya, kasus ini menjadi momentum perubahan menuju pemerintahan yang lebih baik dan akuntabel.
“Di masa lalu, pemimpin adalah bos. Namun kini, pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin.”- Erich Fromm
Referensi:
- Northouse, P. G. (2019). Leadership: Theory and practice. Sage publications.
- Stogdill, R. M. (1948). Personal factors associated with leadership: A survey of the literature. The Journal of Psychology, 25(1), 35-71.
- Sudibyo, M. (2010). Pendidikan Ki Hadjar Dewantara: Perspektif filsafat dan implementasinya. Pustaka Pelajar.
- Yukl, G. (2010). Leadership in organizations. Pearson Education.
- https://www.lintaspewarta.com/regional/19315631779/polemik-teko-kian-meruncing-bupati-belu-serang-sekda-hingga-sebut-rasa-bupati

1 thought on “Benarkah Bupati Belu “Tidak Tahu”? Menggugat Model Kepemimpinan Bupati Belu dalam Polemik Seleksi PPPK”