ATAMBUA, BELUNEWS.COM — Matahari pagi mulai meninggi di Dusun Webutak, Desa Leuntolu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Di tengah hamparan tanaman hijau tomat yang berbuah lebat, seorang pria paruh baya dengan topi caping tampak cekatan memilih buah-buah merah ranum. Dia adalah Yosef Djago (59), mantan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang memilih mengisi masa pensiunnya dengan kembali ke akar: menjadi petani sekaligus pengusaha.
Setelah mengemban tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Belu pada tahun 2025 silam, Yosef tidak memilih istirahat panjang. Justru, pengalaman puluhan tahun di bidang pertanian ia menuangkan di lahan pribadinya seluas satu hektar. Dengan tangan dingin dan ilmu mumpuni, ia mengolah tanahnya menjadi kebun tomat varietas servo yang produktif.
“Bagi saya, pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru ini saatnya mengimplementasikan ilmu yang selama ini saya sampaikan ke petani,” ujar Yosef sambil tersenyum ramah saat ditemui di tengah kebunnya yang sedang memasuki panen kelima.
