ATAMBUA, BELUNEWS.com — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Fajar Timur Atambua menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu, khususnya Bupati dan DPRD Belu, atas respons cepat terhadap kerusakan akses jalan menuju kampus mereka.
Tindak lanjut tersebut mulai terlihat pada Senin, 5 September 2026, ketika Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran jalan sebagai tahap awal persiapan perbaikan.
Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan pengguna ini telah lama dikeluhkan oleh mahasiswa serta masyarakat sekitar. Mantan Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, menjadi salah satu pihak yang secara aktif menyuarakan aspirasi agar pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap jalur penghubung tersebut.
Meski mengapresiasi langkah awal Dinas PUPR, mahasiswa berharap proses perbaikan nantinya dilakukan secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah.
“Harapan kami, perbaikan jalan ini tidak hanya dititikberatkan pada satu atau dua lokasi saja. Seluruh titik yang rusak parah perlu diperbaiki agar akses menuju kampus menjadi lebih aman, sekaligus menekan risiko kecelakaan bagi mahasiswa dan warga setempat,” ujar perwakilan mahasiswa.
Pembenahan infrastruktur ini dinilai mendesak mengingat kawasan sekitar kampus kini semakin berkembang. Selain mobilitas mahasiswa yang tinggi, wilayah tersebut telah menjadi permukiman padat penduduk serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha ayam potong.
Selain itu, terdapat pula objek wisata rohani berupa gua di kawasan tersebut, sehingga jalan ini juga sering digunakan oleh pengunjung umum. Oleh karena itu, mahasiswa berharap pengukuran yang dilakukan Dinas PUPR menjadi awal dari realisasi pembangunan yang tuntas, bukan sekadar penanganan sementara.
Ke depan, para mahasiswa menyatakan akan terus mengawal proses pembangunan ini secara konstruktif hingga perbaikan jalan benar-benar terealisasi.
