“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme mereka. Selama tiga bulan terakhir, mereka telah mengikuti pembinaan ini dengan rutin. Bimbingan dari Kemenag dan para pastor sungguh membantu mereka mendalami iman. Semoga ini menjadi titik balik, awal perjalanan menjadi pribadi yang jauh lebih baik,” ujarnya tulus.
Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, menegaskan bahwa pembinaan jiwa adalah fondasi paling utama.
“Kami berikan ruang seluas-luasnya untuk kegiatan keagamaan. Bagi kami, perubahan dimulai dari hati. Melalui Sakramen Krisma ini, semoga iman mereka makin kokoh, karakter makin luhur, dan mentalitas siap kembali kepada keluarga serta masyarakat,” tegasnya.
