Ketua KDKMP Fatuketi, Robinso Aleon, menjelaskan bahwa pasokan minyak tanah yang diperoleh melalui kerja sama dengan PT Helmy baru mencapai 200 liter per periode, jauh di bawah kebutuhan masyarakat. “Dibagi per kelompok agar tidak berebut, dijual Rp5.000 per liter,” ujarnya.
Selain itu, KDKMP Fatuketi belum menerima kendaraan operasional yang didistribusikan Kodim 1605 Belu untuk kopdes di wilayah Belu–Malaka. “Angkatan pertama 20 unit, Fatuketi belum dapat. Dua desa lain di Kakuluk Mesak sudah terima. Alasan vendor pengadaan diganti, padahal seharusnya kami diprioritaskan,” ungkap Robinso yang telah menyampaikan hal ini ke pihak Kodim.
