Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulangan Om Anton kali ini dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa sepengetahuan istrinya yang akrab disapa Tanta Belak. Hal ini memicu kemarahan sang istri, yang kemudian merencanakan pembunuhan bersama kedua anak kandungnya. Rencana keji itu pun terlaksana, dan jenazah korban kemudian dibuang dan dikubur secara sembarangan di lokasi tersebut.
Menurut keterangan warga, meski kejadian belum berlangsung lama, jenazah korban sudah tinggal tulang belulang. Hal ini dikarenakan jenazah dikubur sangat dangkal, hanya sekitar 50 sentimeter dengan tumpukan tanah yang tidak padat. Bau bangkai yang menyengat kemudian mengundang hewan liar dan ternak seperti anjing, sapi, serta kerbau untuk melahapnya.
Setelah itu, tiga Pelaku Diamankan Polisi
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan kasus, aparat kepolisian berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku pembunuhan tersebut. Mereka adalah istri korban berinisial YDA, serta dua anak kandung korban berinisial ADN dan AN. Ketiganya kini telah ditahan untuk diperiksa lebih lanjut.
Sementara itu, jasad korban telah dibawa ke Puskesmas Nurobo guna dilakukan pemeriksaan medis luar dan pengambilan sampel untuk keperluan Visum et Repertum (VER) sebagai dasar penyidikan lebih lanjut.
Motif Masih Diungkap, Isu Pil KB dan Tak Bawa Uang Menguat
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik pembunuhan ini serta kronologi lengkap kejadian. Namun, kabar yang beredar di tengah masyarakat dan media sosial menyebutkan dua kemungkinan motif yang memicu perselisihan tersebut.
