Isu pertama menyebutkan bahwa Om Anton pulang tanpa memberi kabar karena ia sudah mendengar kabar bahwa istrinya rutin mengonsumsi pil KB selama ia sedang bekerja di tanah rantau. Hal ini memicu dugaan perselingkuhan yang dilakukan sang istri dengan pria lain.
Sementara isu kedua yang tak kalah santer menyebutkan bahwa kemarahan istri dan anak-anak dipicu karena Om Anton pulang dari rantau tanpa membawa uang hasil kerjanya. Hal ini diduga membuat mereka kecewa dan marah, yang berujung pada tindakan fatal.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kedua isu tersebut belum teruji kebenarannya. “Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga pelaku, gelar perkara, serta penyitaan barang bukti untuk mengetahui motif dan peran masing-masing pelaku secara jelas,” ujar keterangan resmi Polres Malaka.
Polres Malaka juga menghimbau seluruh masyarakat agar selalu menyelesaikan permasalahan, baik itu masalah keluarga maupun sosial, dengan cara yang bijaksana dan mengedepankan musyawarah. Hindari tindakan kekerasan yang dapat melukai orang lain dan berujung pada jeratan hukum pidana.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan akan diinformasikan perkembangannya secara resmi kepada publik. Tim
