Oktober 21, 2026

2 thoughts on “Wajah Pahit Perbatasan di Kabupaten Belu”

  1. Ketika menjelang festival Fulan Fehan, minyak tidak antri karena pemerintah kerahkan petugas untuk jaga di SPBU, habis festifal antri lagi sampai sekarang…
    Coba jaga terus pasti aman… Motor TAP kalo memang diijinkan maka sebaiknya di data dan dibuat jalur khusus untuk mereka… Jangan ada dusta di antara kita…

  2. Katanya TAP Minyak supaya cari uang, tapi tidak tahu kalau mereka cari uang dari orang yang pakai Minyak untuk cari uang. Antara dibodohi logika atau memang sudah bodoh dari awal. Lebih sakit hati lagi bahwa ketika harga eceran lebih tinggi dari HET yang telah ditetapkan tapi Minyak yang masuk kedalam tangki malah lebih sedikit dari sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *