Opini: Lejap Yuliyant Angelomestius, S. Fil, Aktivis, Pengamat Sosial Politik
Lalu, sudahkah kita merdeka dari kemiskinan? Jutaan saudara kita masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Mereka kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Anak-anak kurang gizi, keluarga yang tinggal di rumah-rumah reyot, dan para petani yang terlilit utang adalah potret buram kemerdekaan yang belum sepenuhnya dirasakan.
Sudahkah kita merdeka dari kebodohan? Angka putus sekolah masih tinggi, terutama di kalangan anak-anak dari keluarga miskin. Kualitas pendidikan kita masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain. Kurikulum yang kurang relevan, fasilitas yang kurang memadai, dan guru-guru yang kurang berkualitas menjadi kendala utama.
Sudahkah kita merdeka dari ketidakadilan? Hukum masih seringkali tajam ke bawah, tumpul ke atas. Para koruptor bebas berkeliaran, sementara para pencuri kecil dihukum dengan berat. Praktik suap dan pungutan liar masih merajalela di berbagai sektor pelayanan publik.
Sudahkah kita merdeka dari ketergantungan? Kita masih mengimpor banyak barang kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula, hingga garam. Industri dalam negeri kita belum mampu bersaing dengan produk-produk impor. Kita masih bergantung pada utang luar negeri untuk membiayai pembangunan.
Kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Kemerdekaan sejati adalah ketika keadilan dan kesejahteraan merata di seluruh pelosok negeri. Kemerdekaan sejati adalah ketika kita mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai.
Kemerdekaan sejati adalah ketika kita mampu berdaulat di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Kita mampu mengelola sumber daya alam kita sendiri untuk kemakmuran rakyat. Kita mampu menentukan arah politik luar negeri kita sendiri tanpa intervensi dari negara lain. Kita mampu melestarikan budaya kita sendiri di tengah arus globalisasi.
Oleh karena itu, peringatan 80 tahun kemerdekaan ini harus menjadi momentum bagi kita untuk melakukan introspeksi diri. Sudah sejauh mana kita mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa? Apa yang masih perlu kita perbaiki? Apa yang harus kita lakukan agar kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia?
