MALAKA, BELUNEWS.com – Keluarga besar almarhum Wilhelmus Asa atau yang akrab disapa Saul, menyampaikan desakan resmi kepada Kepolisian Resor Malaka untuk segera meningkatkan status perkara kematian kerabat mereka. Permintaan itu disampaikan menyusul hasil otopsi jenazah serta temuan fakta di lokasi kejadian yang dinilai memunculkan dugaan kuat adanya unsur tindak pidana, bukan kecelakaan seperti dugaan awal.
Desakan ini dibacakan dalam pernyataan sikap yang disampaikan kuasa hukum keluarga, Adventinus Liborius Koli, S.H., didampingi juru bicara keluarga, Carlos Un, pada Selasa (12/5/2026). Pernyataan itu disampaikan usai kedua belah pihak mengikuti pertemuan koordinasi dengan tim penyidik Polres Malaka guna menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah Saul.
Berdasarkan hasil otopsi yang diterima pihak keluarga, ditemukan sejumlah temuan medis yang mencurigakan. Tim medis mencatat adanya patah tulang lidah, serta luka-luka akibat trauma benda tumpul yang tersebar di sekujur tubuh korban, meliputi bagian leher, dada, perut, hingga punggung. Temuan itu menjadi dasar utama dugaan bahwa kematian Saul tidak terjadi secara wajar maupun murni akibat kecelakaan.
