INSPRASI, BELUNEWS.COM Seorang sutradara yang dikenal karena gaya visualnya yang eksentrik dan kemampuan memanipulasi set-film menjadi arena “pertarungan psikologis” kini membagikan rahasia di balik kesuksesannya. Barry Sonnenfeld, yang pernah mengarahkan The Addams Family, Men in Black dan serial televisi Pushing Daisies mengaku pernah “menyetor jutaan dolar” dalam bentuk waktu, energi, dan uang untuk menguji batas-batas kemampuan menggerakkan pemain dan kru menuju visi bersama. Dari proses itu, ia mengekstrak sembilan prinsip yang, menurutnya, tidak hanya berlaku di Hollywood tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dari rapat korporat hingga percakapan dengan anak-anak remaja yang berteriak teriak.
Berbagi wawasan dalam sebuah wawancara eksklusif yang diterbitkan oleh The Guardian International, Sonnenfeld menekankan bahwa “seni mengarahkan orang bukan sekadar memberi perintah, melainkan menipu mereka dengan cara yang menyenangkan”. Berikut rangkuman 9 tips dari Barry Sonnenfeld lengkap dengan contoh konkret yang dapat diadaptasi oleh siapa pun yang ingin mempengaruhi orang lain tanpa menimbulkan penolakan.
1. Membuat Konflik Serasa-olah Sebuah Permainan
Sonnenfeld mengingat ketika ia menceritakan kepada Tim Ratu Elizabeth (aktris) “bermain tarik-ulur” dengan kamera selama adegan komedi. “Ketika orang merasa mereka sedang bermain, ego mereka menghilang dan mereka lebih rela mengambil resiko,” ujarnya. Di dunia bisnis, sesi ubah brainstorming menjadi “turnamen ide”: beri poin, beri penghargaan, dan lihat partisipan bersaing secara sehat.
2. Gunakan “Misteri” untuk Menjaga Fokus
Sutradara itu menambahkan, “Saya suka menutup skrip akhir semenit, memberi pemain beberapa petunjuk saja”. Ketidakpastian menimbulkan rasa ingin tahu, yang secara alami memicu otak mengeluarkan dopamin. Di kantor, beri tim “teaser” tentang proyek yang belum sepenuhnya terungkap misalnya, “Ada sesuatu yang besar akan diluncurkan minggu depan, siapakah yang bisa menebak apa itu?” akan membuat mereka lebih terlibat.
3. Memberikan Kebebasan untuk Menyimpang (Dalam Batas yang Ditetapkan)
Selama syuting Men in Black, Sonnenfeld memberi Will Smith kebebasan improvisasi pada dialog utama. “Ketika Anda memberi ruang bagi orang untuk menambahkan sentuhan pribadi, mereka akan merasa memiliki hasil akhir,” katanya. Praktik ini dapat diterapkan pada presentasi mengizinkan penonton menyuarakan pendapat atau menambahkan contoh pribadi yang relevan.
4. Kombinasikan Humor dengan Teguran
Sonnenfeld mengakui taktik favoritnya: “Menyindir secara ringan sambil tetap menyampaikan pesan.” Contohnya, ia pernah memasang papan berlabel “Area Terlarang Hanya untuk Pengacara” di ruang ganti kru. “Humornya memecah ketegangan, tapi tetap menyampaikan batasan,” jelasnya. Di rumah atau kantor, selipkan lelucon ketika menegur perilaku yang tidak diinginkan efeknya lebih mudah diterima.
5. Bangun ‘Ritual’ yang Membentuk Kebiasaan
Setiap pagi sebelum memulai syuting, Sonnenfeld mengadakan “quick-fire round” di mana semua orang menyebut satu hal yang mereka syukuri hari itu. Ritual sederhana ini menciptakan ikatan emosional dan menurunkan resistensi terhadap Arah selanjutnya. “Kebiasaan kecil dapat menjadi penahan kepercayaan,” tegasnya. Ciptakan kebiasaan serupa misalnya, “praise-hour” dua menit di akhir rapat untuk menumbuhkan budaya positif.
6. Manfaatkan ‘Power of No’ dengan Elegan
Ketika seorang produser menolak ide Sonnenfeld, ia tidak langsung menentangnya kembali. Sebaliknya, ia berkata, “Baik, mari kita lihat apa yang bisa mengubah kita sehingga tetap terasa segar.” Menunjukkan rasa hormat pada penolakan orang lain memberi sinyal bahwa Anda menghargai perspektif mereka, sekaligus membuka ruang negosiasi. Teknik ini berfungsi baik dalam diplomasi internasional maupun negosiasi kontrak.
7. Beri Penghargaan Publik, Kritik Pribadi
Sonnenfeld mengakui, “Saya selalu menyoroti pencapaian anggota tim di depan semua orang. kemudian menyampaikan masukan perbaikan secara satu-on-one.” Publikasi pujian meningkatkan harga diri, sedangkan umpan balik privat menghindari rasa malu. Pendekatan serupa dapat meningkatkan produktivitas tim tanpa menurunkan semangat.
8. Gunakan Visualisasi untuk Menyampaikan Ide Kompleks
Sebagai mantan sinematografer, Sonnenfeld memanfaatkan storyboard yang “berwarna-warni dan penuh sketsa kocak”. “Jika orang dapat ‘melihat’ visi Anda, mereka akan lebih mudah mengikutinya,” jelasnya. Di luar industri kreatif, gunakan diagram, infografik, atau bahkan video pendek untuk menjelaskan strategi bisnis atau kebijakan publik.
9. Jangan Takut Menjadi ‘Pengganggu’ yang Positif
Akhirnya, Sonnenfeld pentingnya menjadi “pengganggu yang menyenangkan”, la pernah melompat ke tengah set dengan megafon, memerintahkan semua orang “berhenti menunggu, mari kita mulai!” Tindakan dramatis ini menimbulkan momentum yang memaksa semua orang bergerak. Dalam konteks sosial, ketika dihadapkan dengan orang yang berteriak-teriak atau menolak kolaborasi, beri “kejutan” yang mengalihkan energi negatif menjadi aksi konstruktif misalnya, mengubah nada suara menjadi ringan, atau mengalihkan topik ke sesuatu yang mengundang tawa.
