Dalam dialog tersebut, Antonio Da Costa menjelaskan bahwa meskipun kasus narkoba mungkin tidak selalu terlihat di permukaan, kewaspadaan tidak boleh kendur.
“Jangan sampai karena tidak ada kasus yang terlihat saat ini, kita menjadi cuek. Narkoba selalu menghantui dan bisa berada di mana saja, termasuk di dalam Lapas. Oleh karena itu, sidak rutin, penggeledahan barang, dan deteksi dini yang melibatkan BNNK serta Polri terus dilakukan secara serentak demi mewujudkan komitmen Zero Narkoba,” tegas Antonio
Senada dengan hal tersebut, Dominikus Seran dari BNNK Belu memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan dan komitmen Lapas Atambua. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data teknis, pemeriksaan tes urin terbanyak di wilayah Kabupaten Belu justru dilakukan di lingkungan Lapas, baik yang menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun petugas itu sendiri. Hal ini menunjukkan langkah pencegahan jangka panjang yang konkret dibandingkan sekadar melakukan pembersihan setelah terjadi kasus.
