Keberhasilan ini juga disambut baik oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan. Menurutnya, aspek pangan adalah hak dasar yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Berdasarkan data per 16 Maret 2026, jumlah populasi di Lapas Atambua tercatat sebanyak 222 orang.
“Angka 222 jiwa bukanlah jumlah yang sedikit. Jika terjadi kontaminasi zat berbahaya atau asupan gizi yang buruk karena pengolahan yang tidak higienis, ratusan warga binaan bisa jatuh sakit secara massal. Ini tentu akan menjadi risiko besar bagi kesehatan dan keamanan. Oleh karena itu, SLHS ini menjadi tameng pelindung bagi kami,” tegas Hendra.
Lebih lanjut, Kalapas mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas layanan ini akan terus berlanjut. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan rencana renovasi besar-besaran untuk area dapur. “Dapur kami sedang menunggu proses renovasi dengan estimasi biaya mencapai Rp 200 juta. Tujuannya agar fasilitas fisik dapur semakin modern dan mendukung standar zero halinar serta kesehatan lingkungan yang lebih optimal,” tambahnya.
