Atambua, BeluNews.com – Di sebuah sudut negeri yang jarang tersentuh, di mana batas negara hanyalah garis imajiner dan gulungan kawat duri, sesuatu yang jarang terjadi berlangsung. Bukan kunjungan seremonial, bukan pula janji yang ditunda-melainkan kehadiran nyata yang bisa dirasakan dan dipegang.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua menghadirkan Pas Lintas Batas (PLB) Simpatik, sebuah program jemput bola yang menghapus jarak antara pelayanan negara dan warganya. Kali ini, dua titik terluar menjadi saksi: Desa Maumutin di Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, dan Pos Lintas Batas Tradisional Haumeni Ana di Kabupaten Timor Tengah Utara.
“Pelayanan ini adalah wujud komitmen kami untuk memberikan akses keimigrasian yang mudah, cepat, dan menjangkau langsung masyarakat perbatasan,” ujar Putu Agus Eka Putra, Kepala Kantor Imigrasi Atambua.
BACA JUGA:
Rotasi Jabatan, Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa Pimpin Serah Terima Jabatan Kasat Lantas

