Atambua, BeluNews.com — Kabar duka mengaitkan keluarga besar TNI Angkatan Darat, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Seorang prajurit muda, Prada Lucky Cepril Saputra Namo, dikabarkan meninggal dunia secara tidak wajar hanya dua bulan setelah menyelesaikan pendidikannya dan ditempatkan di Batalyon TP 834/WM Nagekeo.
Lucky diduga kuat menjadi korban secara keji oleh rekan-rekan seniornya sesama anggota TNI.
Ayah kandung korban, Serma Kristian Namo, yang juga seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao, dengan tegas menuntut keadilan atas kematian anaknya. Kematian Prada Lucky telah menimbulkan gelombang kesedihan dan pertanyaan besar di kalangan keluarga serta publik mengenai praktik kekerasan di lingkungan militer.
Rafael David, paman dari almarhum Lucky, mengungkapkan betapa singkatnya masa bakti keponakannya sebagai seorang prajurit.
“Dia baru dua bulan jadi tentara, dia menyelesaikan pendidikan Bulan Mei, lalu Juni Ditempatkan di sana (Yon TP 834/WM),” ungkap Rafael David, dilansir dari cnn Indonesia pada jumat 8 Agustus menunjukkan betapa Prada Lucky masih sangat hijau dalam dunia kemiliteran. Fakta ini menambah pilu keluarga, mengingat idealisme dan semangat yang mungkin dibawa Lucky saat memulai karir militernya.
Informasi awal yang diterima pihak keluarga sangat mengejutkan dan mengerikan. Rafael David menjelaskan bahwa keluarga mendapatkan kabar jika korban mengalami dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh sesama anggota TNI yang merupakan seniornya.
