“Informasi yang keluarga dapatkan, korban mengalami penyiksaan oleh anggota (TNI), seniornya,” ujar Rafael kepada cnn Indonesia.
Lebih lanjut, Rafael David menjelaskan kondisi mengenaskan yang ditemukan pada tubuh keponakannya. Berdasarkan keterangan yang didapat dari ibu Lucky, Prada Lucky mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.
“Kalau keterangan dari mamanya luka memar hampir seluruh tubuh, termasuk di leher juga ada, terus luka sayatan dan sulutan api,” jelas Rafael, menggambarkan betapa parahnya dugaan kekerasan yang dialami Lucky.
Luka-luka tersebut mengindikasikan tindakan kekerasan yang brutal dan tidak manusiawi.
Puncak kesedihan terjadi ketika sang ayah, Serma Kristian Namo, tiba di lokasi untuk menjenguk putranya. Momen haru bercampur tragis itu disaksikan langsung oleh paman korban.
“Tapi baru beberapa menit bapaknya tiba, Lucky pun meninggal dunia,” ucap Rafael, sambil mengingat momen pahit di mana Lucky menghembuskan napas terakhirnya di hadapan sang Ayah yang baru saja tiba.
