1. Kesehatan mental tergerus
Ketika nilai diri diukur dari apa yang dimiliki, kecemasan dan depresi muncul sebagai “biaya tersembunyi” dari penekanan terus‑menerus pada pencapaian materi. Penelitian menunjukkan orang yang kecanduan pada status sosial dan barang konsumsi lebih rentan mengalami stres kronis, gangguan tidur, dan penurunan kebahagiaan secara keseluruhan.
2. Hubungan sosial terstruktur
Kebiasaan yang terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain menciptakan jurang pemisah antara individu, keluarga, dan komunitas. menjadi kompetisi, kepercayaan menurun, dan interaksi menjadi persahabatan semata‑mata transaksi. Akibatnya, rasa keterhubungan yang sejati tergerus.
3. Krisis moral & kritik
Kebutuhan untuk “memperoleh lebih” sering memicu perilaku tidak etis, mulai dari penyuapan hingga korupsi dalam skala kecil sekalipun. Lingkungan kerja dan organisasi menjadi tempat kompetisi tidak sehat yang mengikis integritas.
4. Kehilangan makna hidup & spiritualitas
Jika fokus utama hanyalah pada harta, ruang untuk refleksi, kepedulian, dan pertumbuhan spiritual menjadi sempit. Tanpa makna yang lebih dalam, kebahagiaan terasa fana, dan hidup terasa hampa.
