Untuk mempermudah layanan, Kanim Atambua meluncurkan inovasi “Smart Approval” — sistem digitalisasi izin perlintasan yang menjamin kepastian persyaratan, biaya, dan efisiensi waktu. Berkat sistem ini, penerbitan PLB kini ditargetkan selesai kurang dari satu jam. Hasilnya nyata: penerbitan PLB melonjak dari 140 dokumen sepanjang 2025 menjadi 278 dokumen pada semester pertama 2026.
Selain aspek keimigrasian, kegiatan ini juga menyoroti kerentanan perbatasan terhadap kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkotika. Kepala BNNK Belu, Suroso, memaparkan ancaman New Psychoactive Substances (NPS) yang kerap masuk lewat jalur tidak resmi.
“Saat ini ada 1.350–1.444 jenis narkotika baru di dunia dan 175 di antaranya sudah masuk Indonesia. Perbatasan adalah titik krusial yang harus kita bentengi bersama, sejalan visi ‘Belu Bersinar’ dan arahan Asta Cita Presiden,” tegas Suroso. Ia juga menambahkan pendekatan humanis melalui rehabilitasi gratis bagi pelapor sukarela serta program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
