Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta, panitia menyiagakan tim dokumentasi, petugas marshall, pos istirahat, titik pengecekan, serta layanan kesehatan di sepanjang lintasan.
Hadir dalam kegiatan ini berbagai unsur pemerintahan, keamanan, dan masyarakat, antara lain Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Ketua KPPN Atambua, Staf Ahli Bupati Belu, Kepala RRI Atambua, Kepala PLBN Motaain, perwakilan Universitas Pertahanan, perwira Polsek Lamaknen, kepala desa se-kecamatan, tokoh adat, tokoh agama, serta komunitas olahraga.
Rangkaian acara tak berakhir di garis finis. Panitia juga menyelenggarakan Pendidikan Rupiah di Perbatasan oleh Bank Indonesia Perwakilan NTT, bentang Bendera Merah Putih raksasa sepanjang 81 meter sebagai simbol HUT ke-81 RI, senam Zumba bersama, serta penyerahan piagam penghargaan kepada para sponsor dan mitra.
Pada akhirnya, Piebulak Border Run 8,1K meninggalkan makna lebih dari sekadar angka jarak dan jumlah peserta. Ia membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan wajah perbatasan yang baru — ruang kehidupan, kebudayaan, ekonomi, dan kebanggaan di halaman depan negara.
