Pembubaran DPR dan Penunjukan Sushila Karki
Dalam menghadapi krisis yang semakin mendalam, dengan legitimasi pemerintah yang terkikis dan ancaman disintegrasi sosial, Presiden Nepal mengeluarkan dekrit pembubaran DPR. Langkah ini, meskipun kontroversial dan jarang terjadi dalam sistem demokrasi, dipandang sebagai upaya terakhir untuk menanggapi tuntutan rakyat dan membuka jalan bagi mekanisme politik yang baru. Dalam pidatonya kepada bangsa, Presiden menyatakan bahwa DPR telah gagal memenuhi mandatnya untuk melayani rakyat dan menyusun konstitusi, sehingga memperparah kondisi politik dan sosial.
Bersamaan dengan pembubaran DPR, diangkatlah Sushila Karki sebagai Perdana Menteri Sementara Nepal. Karki bukanlah sosok asing dalam kancah perpolitikan dan hukum Nepal. Sebagai mantan hakim agung, ia memiliki reputasi yang bersih, ketegasan, dan komitmen terhadap supremasi hukum. Penunjukannya diharapkan dapat memberikan ketenangan di tengah badai.
